Posts

Menghakimi Buatan Sendiri

Dibuat dalam rangka mencoba mengkritisi diri sendiri, agar berimbang antara bisik-bisik tetangga dan cari kekurangan sendiri. Untuk intropeksi ke depan. Jika ditawarkan untuk menangani hal yang sama. *** Tanggal 20 Oktober 2019, besok deadline . Mencoba connecting dot to dots , tapi pusingnya bukan main. Sampai asam lambung ikut ambil peran untuk menyuruh saya berhenti. Kepala sudah pusing dan penat. Tapi, dikejar deadline . Menjadi kurator, walaupun hanya pameran yang notabene kecil--tidak tahu nanti--tetap saja membawa tanggung jawab yang besar atas karya-karya yang dipajang. Sempat dibuat gugup dengan hasil seleksi, menghadapi pengkarya yang ternyata menyebalkan. *** Banyak bulan telah berlalu. Susah memang untuk menghakimi diri sendiri. Coba saja jika menghakimi orang lain sesulit ini. Andaikan. Banyak kekurangan yang dilakukan saat meng- handle  dan mencoba mengeksekusi konsep dan ide orang lain. Niatnya--konsepnya, ingin menjadikan non-seniman menjadi seniman se...

Mengarsip Budaya Kontemporer Indonesia

Di tengah hiruk-pikuk dan hingar-bingar pengerjaan skripsi yang simpang-siur dengan format apa yang akan digunakan. Alih-alih menyempatkan diri untuk mengerjakan, malah menyempatkan diri untuk menulis di blog yang mungkin tidak akan dibaca. Fitur SEO saya matikan.  Pagi tadi, saya mencari-cari istilah prokem , tata bentuk bahasa alay , saduran istilah bahasa yang berkaitan dengan fenomena kontemporer saat ini-- racing dan sound system yang terkadang beriringan. Kemarin, saya mencari sejarah dan asal-usul menu makanan seperti martabak dan es buah rumput laut. Sangat sulit rasanya untuk menemukan sumber yang dapat dipercaya. Tidak ada jurnal acuan. Di wikipedia pun, bergantung pada blog  yang diinisiasi oleh masyarakat awam yang memang meniatkan diri untuk mengkaji sejarah--asal usul mengenai hal tersebut. [dilanjutkan pada tanggal Senin, 28 Juni 2021] Ada pun halaman web milik pusat bahasa kementrian, tapi sayang sekali, tidak utuh ^ . Prokem atau slang berkembang dengan sangat...

Kaleidoskop 2020

 H-2 menuju 2021. H-2 menuju tahun depan. Wah, jika dibandingkan dengan 4 tahun lalu, 3 tahun lalu, 2 tahun lalu, setahun lalu, memang berbeda. Katastrofi menghantam seantero dunia. Tidak peduli kamu hidup dimana. Di dunia pertama kah? Di dunia ketiga kah? Sama saja. Sebulan pertama, 2 bulan pertama, 3 bulan pertama, hingga setengah tahun tidak ada sesuatu signifikan yang dilakukan. Sebenarnya juga dari setahun lalu. Tidak ada proyek. Paling-paling cuma proyek tugas. Paling tidak akses-akses seminar banyak yang jadi gratis. Trial  di tahun pertama, tahun depan mungkin mulai berbayar. Saat ini, agak susah untuk bepergian. Selain karena memang takut, ada teknologi baru ditemukan. Kebetulan harganya juga jadi 3x lebih mahal dari sebelumnya. Malahan di bulan penutup tahun ini, mencoba buka akun biro jodoh online  yang ramai itu. Sampai bulan ini, belum ada perubahan yang signifikan. Menyedihkan. Tulisan-tulisan yang gembar-gembor ingin dibuat dalam berbagai subtema pun batal,...

Corona dan Warga (2)

Melanjutkan "Corona dan Warga" dan telah berselang 4 bulan. Lama juga. Masih juga berkutat dalam kungkungan pandemi ini. Tidak banyak perubahan signifikan yang ditemui seperti awal-awal pandemi ini, paling-paling hanya berkutat dengan work from home , physical distancing , dan anjuran untuk mematuhi protokol kesehatan. Walaupun ada yang melanggar dan pura-pura lupa, serta sudah tak acuh dengan virus juga sudah banyak jumlahnya. *** Berhubung saat ini sedang menjalankan magang berbasis daring alias work from home , banyak sekali yang ingin saya ceritakan. Dengan sitasi yang kacau dan berbasis seingatnya, mohon dimaafkan. Banyak sekali yang meromantisasi kegiatan work from home  sebagai tindakan pencegahan penyebaran virus yang ternyata airborne ini. Sebenarnya sudah lama disampaikan, hanya saja baru diakui akhir-akhir ini. Ah, yang ini kita bahas terakhir saja. Kembali pada romantisasi WFH, memang benar adanya bahwa aktivisme ini merupakan pencegahan paling ampuh. Namun...

Corona dan Warga (1)

Tulisan ini dibuat sebagai urgensi keinginan menulis saja. Tetapi, boleh juga dijadikan refleksi. Tulisan ini adalah rangkuman kehidupan yang ditangkap selama menjalani imbauan pemerintah untuk melakukan social distancing.  Dikarenakan saat ini, Kota Malang dan Kota Surabaya dijadikan zona merah COVID-19 oleh pemerintah daerah. Semoga selamat semua! Setidaknya, hingga pandemi ini berakhir. Social distancing  dan virus ini membuat semuanya panik. Banyak aspek kehidupan yang berubah karena virus ini. Kuasa Tuhan memang luar biasa. Manusia tidak ada apa-apanya dibanding kekuatan alam. Untuk mengatasi perubahan yang drastis dan dramatis ini, warga punya inisiatifnya masing-masing. Pertama,                 karena adanya imbauan social distancing , sekolah dan perkuliahan, serta kantoran diliburkan. Gerakan working from home  digalakkan. Artinya ada transisi sistem kerja yang awalnya sifatnya tradisional, menjadi digital. Yang dimaks...

Pengalaman di Ibu Kota

Sudah seminggu dipaksa kembali ke rumah. Belum sempat unjuk gigi, tapi tak apa lah. Memang belum waktunya. Mungkin lain kali. Berdo'a saja. Tapi, harus tak lupa terus bekerja. Jangan lupa istirahat. Pesanku untuk aku. Tidak kaget dengan tempo cepat karena 2 tahun yang lalu juga begitu. Namun, lebih menantang yang kali ini. Dimana ada interaksi intelektual yang tersenggalarakan secara langsung. Yang ada adalah perasaan cemas. "Wah, mereka keren." *** Ambisius tapi terlihat santai. Jakarta sekali. *** Bertempat di ujung Jakarta Selatan, dekat dengan Depok. Kutemukan orang-orang yang aku anggap keren. Dari arsip berjalan hingga wawasan seluas entah apa. Bergumul dengan orang seni rupa dengan kesadaran multi-disiplin dan berkelompok. Jika ingin kekinian, maka sebutlah berkelompok dengan kolektif. Di sini aku sadar kalau aku masih kurang. Kurang belajar, baik baca maupun yang lainnya. Belajar di sini menyenangkan, tapi menantang. Mereka yang sudah di atas angin, ma...

Seni dan Desain (Desain)

Nama sebuah jurusan di sebuah universitas negeri yang dikenal sebagai pemasok guru untuk daerah Jawa Timur dan sekitarnya. Jika agak diperluas, Indonesia bagian timur. Yang ingin saya bahas bukanlah tentang jurusan yang sekarang saya tempati, yang mengakui saya sebagai mahasiswa di situ. Mungkin nanti akan ada sedikit yang saya bahas tentang jurusan ini. Tetap berkutat pada permasalahan seni dan desain di Kota Malang. Saat ini, saya sedang menjalankan proyek, sebenarnya banyak sih, tapi ini salah satunya. Pemetaan studio-studio desain grafis di Malang. Selain dalam rangka untuk menjalankan tugas KMDGI, juga berniat membantu riset dosen yang dikenal sangat sibuk yang membahas tentang alasan mengapa desainer yang menempuh kuliah di Kota Malang lebih ingin bekerja di luar Malang. Sebenarnya, saya sudah tahu beberapa jawaban. Tetapi, tetap saja data valid sangatlah diperlukan untuk mengukuhkan hipotesa-hipotesa yang aku dapatkan setelah berbincang dengan kakak tingkat yang telah menj...