Mengarsip Budaya Kontemporer Indonesia

Di tengah hiruk-pikuk dan hingar-bingar pengerjaan skripsi yang simpang-siur dengan format apa yang akan digunakan. Alih-alih menyempatkan diri untuk mengerjakan, malah menyempatkan diri untuk menulis di blog yang mungkin tidak akan dibaca. Fitur SEO saya matikan. 


Pagi tadi, saya mencari-cari istilah prokem, tata bentuk bahasa alay, saduran istilah bahasa yang berkaitan dengan fenomena kontemporer saat ini--racing dan sound system yang terkadang beriringan. Kemarin, saya mencari sejarah dan asal-usul menu makanan seperti martabak dan es buah rumput laut. Sangat sulit rasanya untuk menemukan sumber yang dapat dipercaya. Tidak ada jurnal acuan. Di wikipedia pun, bergantung pada blog yang diinisiasi oleh masyarakat awam yang memang meniatkan diri untuk mengkaji sejarah--asal usul mengenai hal tersebut.


[dilanjutkan pada tanggal Senin, 28 Juni 2021]

Ada pun halaman web milik pusat bahasa kementrian, tapi sayang sekali, tidak utuh^. Prokem atau slang berkembang dengan sangat cepat. Ya, memang prokem atau slang memiliki kesan slengekan dan tidak beradab. Kalau dalam bahasa Jawa, dapat dikatakan masuk pada tingkatan ngoko--bahkan beberapa kata dapat dikategorikan kasar. Padahal, prokem merupakan salah satu bentuk artefak linguistik yang sifatnya kontemporer, cuma sekarang, sementara. Yah, memang fenomena kultural seperti ini memang sulit untuk didata. Apalagi, budaya luhur kita adalah budaya lisan.


Meskipun di paragraf-paragraf atas terkesan muram. Mulai tahun 2017-2018, usaha-usaha untuk mengarsipkan budaya-budaya kontemporer dengan berbagai privilege yang berbeda telah digalakkan. Dari Lazy Susan, Parti Gastronomi, dan Bakudapan pada sektor kuliner. Kunci pada sektor sejarah alternatif. Banyak lagi... Untuk di sekitara Jawa Timur, ada Pertigaan Map. Di Malang? Belum ada. Memang ada rencana untuk mengarsipkan makanan-makanan kontemporer di Malang. Tapi, setelah skripsi telah usai dikerjakan.


Link prokem yang barusan ditemukan: https://indowonders.com/bahasa-gaul/

Comments

Popular posts from this blog

Mengkaji #MALANGDARINOL

Menelisik Estetika Pemuda-Pemudi Kota Malang