Pengalaman di Ibu Kota

Sudah seminggu dipaksa kembali ke rumah. Belum sempat unjuk gigi, tapi tak apa lah. Memang belum waktunya. Mungkin lain kali. Berdo'a saja. Tapi, harus tak lupa terus bekerja. Jangan lupa istirahat. Pesanku untuk aku.

Tidak kaget dengan tempo cepat karena 2 tahun yang lalu juga begitu. Namun, lebih menantang yang kali ini. Dimana ada interaksi intelektual yang tersenggalarakan secara langsung. Yang ada adalah perasaan cemas. "Wah, mereka keren."

***

Ambisius tapi terlihat santai. Jakarta sekali.

***

Bertempat di ujung Jakarta Selatan, dekat dengan Depok. Kutemukan orang-orang yang aku anggap keren. Dari arsip berjalan hingga wawasan seluas entah apa. Bergumul dengan orang seni rupa dengan kesadaran multi-disiplin dan berkelompok. Jika ingin kekinian, maka sebutlah berkelompok dengan kolektif. Di sini aku sadar kalau aku masih kurang. Kurang belajar, baik baca maupun yang lainnya. Belajar di sini menyenangkan, tapi menantang. Mereka yang sudah di atas angin, masih mau mengadakan komunikasi dengan aku yang masih di atas tanah.

***

Setelah pulang, disibukkan dengan urusan kampus. Oh. Malangnya.

Comments

Popular posts from this blog

Mengkaji #MALANGDARINOL

Menelisik Estetika Pemuda-Pemudi Kota Malang

Mengarsip Budaya Kontemporer Indonesia