Posts

Showing posts from 2019

Pengalaman di Ibu Kota

Sudah seminggu dipaksa kembali ke rumah. Belum sempat unjuk gigi, tapi tak apa lah. Memang belum waktunya. Mungkin lain kali. Berdo'a saja. Tapi, harus tak lupa terus bekerja. Jangan lupa istirahat. Pesanku untuk aku. Tidak kaget dengan tempo cepat karena 2 tahun yang lalu juga begitu. Namun, lebih menantang yang kali ini. Dimana ada interaksi intelektual yang tersenggalarakan secara langsung. Yang ada adalah perasaan cemas. "Wah, mereka keren." *** Ambisius tapi terlihat santai. Jakarta sekali. *** Bertempat di ujung Jakarta Selatan, dekat dengan Depok. Kutemukan orang-orang yang aku anggap keren. Dari arsip berjalan hingga wawasan seluas entah apa. Bergumul dengan orang seni rupa dengan kesadaran multi-disiplin dan berkelompok. Jika ingin kekinian, maka sebutlah berkelompok dengan kolektif. Di sini aku sadar kalau aku masih kurang. Kurang belajar, baik baca maupun yang lainnya. Belajar di sini menyenangkan, tapi menantang. Mereka yang sudah di atas angin, ma...

Seni dan Desain (Desain)

Nama sebuah jurusan di sebuah universitas negeri yang dikenal sebagai pemasok guru untuk daerah Jawa Timur dan sekitarnya. Jika agak diperluas, Indonesia bagian timur. Yang ingin saya bahas bukanlah tentang jurusan yang sekarang saya tempati, yang mengakui saya sebagai mahasiswa di situ. Mungkin nanti akan ada sedikit yang saya bahas tentang jurusan ini. Tetap berkutat pada permasalahan seni dan desain di Kota Malang. Saat ini, saya sedang menjalankan proyek, sebenarnya banyak sih, tapi ini salah satunya. Pemetaan studio-studio desain grafis di Malang. Selain dalam rangka untuk menjalankan tugas KMDGI, juga berniat membantu riset dosen yang dikenal sangat sibuk yang membahas tentang alasan mengapa desainer yang menempuh kuliah di Kota Malang lebih ingin bekerja di luar Malang. Sebenarnya, saya sudah tahu beberapa jawaban. Tetapi, tetap saja data valid sangatlah diperlukan untuk mengukuhkan hipotesa-hipotesa yang aku dapatkan setelah berbincang dengan kakak tingkat yang telah menj...

Sepulang dari Solo

Sepulang dari Solo. Setelah, kami diundang ke sebuah acara untuk memamerkan karya kami di Solo, aku diajak dan disuruh berkeliling untuk melihat-lihat sekitar. Lama-lama aku berpikir kalau aku masih belum ada apa-apanya dengan mereka. Banyak mereka yang under the radar  dan mereka keren. Aku lihat aku lagi. Apa aku sudah berkembang? Apa aku masih kurang? Sepulang dari Solo, bukan rasa senang yang aku dapat, tapi beban "Apa aku sudah berkembang?". Tidak masalah sebenarnya beban ini. Beban yang membangun. Berusaha membangun jaringan, tapi entah harus dari mana. Padahal, aku punya teman yang siap membantu. Tapi, bagaimana cara untuk meningkatkan empati agar dapat berkenalan dengan mudah dengan orang baru? Masalah lama, namun tak kunjung usai. Apakah ada yang memiliki saran? Aku tahu jika tidak akan ada yang membalas karena fitur SEO aku matikan. Agar tak tampak. Ah, aku bingung.

Mengkaji #MALANGDARINOL

Hashtag yang tertera di judul itu tersebar di beberapa sudut Kota Malang melalui beberapa medium beberapa bulan yang lalu (sekitar bulan September 2018) merupakan respon kegeraman dari masyarakat Kota Malang atas ditangkapnya 41 anggota DPRD Tingkat II, jumlah yang sangat banyak karena hanya menyisakan 2 anggota saja. Miris kan? Saya mengangkat topik ini karena terpancing dari beberapa dokumentasi yang diunggah oleh Wahyu Budiman Dasta di website milik visual jalanan . Menurut pencarian yang saya lakukan beberapa hari yang lalu, saya menemukan siapa penggagas hashtag  ini, yaitu Gerakan Moral Nusantara yang merupakan sebuah gerakan yang sebenarnya merupakan sebuah wacana yang sangat besar. Gerakan ini digagas oleh warga yang merasa prihatin dengan kasus yang saya sebutkan di atas. Kumpulan warga yang kritis ini mengharapkan adanya sebuah revolusi mental yang berlaku di lingkup manapun. *** Setelah mendiskusikan hal ini kepada beberapa orang, saya menyimpulkan bahwa geraka...