Posts

Showing posts from 2018

Persimpangan

Pondasi yang kurang kuat. Keyakinan yang kurang teguh. Membuat saya berada di persimpangan, pertigaan, atau malah perempatan. Membuka feed akun instagram , memantau perkembangan visual sendiri. Seperti ada yang berbeda, entah karena ada tekanan tak sadar kalau saya membutuhkan likes  yang lebih--seperti sebelumnya. Sesuai target social strategist , yang membuat semakin ingin mendapatkan likes  yang lebih dari jumlah yang saya dapatkan akhir-akhir ini. Terkadang, banyak literasi menimbulkan suatu keraguan. Entah karena kekurangan internal atau kekurangan eksternal. Memang, sekarang ini--saat membuat grafis bebas, terlihat lebih acak dan tidak memperhatikan komposisi (apa pun itu, baik bentuk, warna, hingga tata letak). Sehingga, ya, mendapatkan likes lebih sedikit dibandingkan sebelumnya. Setelah saya pikir kembali, tahun lalu adalah tahun emas saya. Banyak sekali posts saya yang mendapatkan likes lebih dari 100. Entah mengapa, saya ingin kembali ke saya yang di tahun 201...

Menelisik Estetika Pemuda-Pemudi Kota Malang

Setelah sekian lama tidak menulis, akhirnya saya mulai menulis lagi. Bukannya kenapa-kenapa, tetapi untuk melepas keresahan saya karena tidak bisa ikut studi ekskursi bersama teman-teman seangkatan. Meskipun tempat yang dikunjungi sama seperti tempat yang saya kunjungi seminggu sebelum berangkatnya teman-teman saya seangkatan ke sana. Tapi, ya sudah, tak apa. Beberapa waktu yang lalu, teman saya mengajak saya untuk mengikuti seminar di Jakarta. Tetapi, pendaftarannya melalui pengumpulan paper  yang sebenarnya sudah telat. Kebetulan topik yang diangkat pada seminar yang hendak diadakan ini membahas tentang budaya visual--matakuliah favoritku! Membahas budaya visual. Budaya visual jangkauannya sangat luas, dari estetika hingga ekonomi pun dapat di jangkau . Menarik. Budaya visual menurut terjemahan dosen saya dari wikipedia adalah Budaya Visual  sebagai subjek akademis adalah bidang studi yang umumnya mencakup beberapa kombinasi dari kajian  budaya , seni sejarah, teo...

Perbedaan Persepsi Visual

Setelah beberapa bulan melakukan kegiatan yang "menyimpang"–mengikuti kelompok progresif yang punya nama, khususnya di Jawa Timur. Kelompok swasta yang dipimpin oleh seorang dosen ISI Yogyakarta. Takkan saya sebut apa namanya. Carilah sendiri. Selama beberapa bulan ini saya menemukan beberapa jarak yang berbeda di antara seni rupa dan desain grafis. Meskipun ada peribahasa yang mengatakan buah takkan jauh dari pohonnya, namun peribahasa tersebut tak berlaku untuk kedua hal tersebut, yaitu seni rupa dan desain grafis. Desain grafis adalah disiplin yang saya minati yang merupakan anak dari seni rupa. Seni rupa adalah induk dari semua disiplin seni atau desain yang berbasis visual. Meskipun disertai karya audio, tetap saja kaidah seni rupa berkuasa. Desain grafis menggunakan elemen dan prinsip seni rupa. Tetapi, arahnya lebih fungsional dibandingkan seni rupa. Di dalam desain grafis, walaupun gaya desain Anda dekonstruktif atau melawan teori golden ratio , jika melibatkan or...